Senin, 30 Maret 2015

Minirama: Pertempuran di Tanah Minyak

Pada 20 Desember 1948 terjadi pertempuran di Kenali Asam, Tempino, dan Bajubang. Kenali Asam dipertahankan oleh Satu Kompi Pasukan STD dengan Komandan Letnan Satu A. Samad, Komandan Seksi Sersan Mayor Cadet Hasan Effendy, Sersan Mayor Cadet Karmin, dan Sersan Mayor Usman Aceh. Kompi ini merupakan bagian dari Batalyon III Tanah Minyak di Tempino dengan Komandan Mayor Selamat. Sebagai Dandim Kenali Asam Kapten Ismail Malik. Dalam pertempuran ini gugur Kapten Sujono sebagai pahlawan dan Mayor A. Marzuki luka para tertembak. 




Sementara Letnan Kolonel Tituler R. Sudarsono setelah beberapa hari bersembunyi di rumah masyarakat ditangkap Belanda dan ditawan di Camp Boom Batu Palembang. Beliau dibebaskan saat penyerahan kedaulatan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Berdasarkan kesepakatan pertemuan di rumah Letnan Kol. Tit. R. Sudarsono diperintahkan membumihanguskan Kenali Asam beserta alat-alat vital minyak. Mereka yang bertugas dalam misi tersebut adalah Mayor Z. Rifai bersama Letkol. Tituler R. Sudarsono dan selaku Komandan Pelaksana adalah Letnan Satu Tituler R. Mansur. Kobaran api yang begitu besar mempersulit pasukan Para yang diterjunkan di sana. Pembumihanguskan Kenali Asam berjalan lancar dan hampir 90% berhasil. Serangan tentara Belanda yang terjadi di Tempino pada 29 Desember 1949 menelan korban pasukan TNI. Lebih kurang 30 anggota pasukan TNI yang ditawan dieksekusi di lapangan oleh tentara Belanda.

Begitu juga di daerah Bajubang, tentara Para Belanda menembak siapa saja, sehingga kebanyakan korban  penembakkan Para Belanda adalah rakyat. Adapun pasukan TNI yang gugur 7 orang lebih, di antaranya Letnan Muda Bahar Mahyuddin, Kopral Rasyid, dan lainnya tidak diketahui namanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar