Rabu, 25 Maret 2015

Minirama: Defile Pameran Kekuatan (Defile Show of Force)

Pada Juni 1948 setelah berkunjung ke Bukittinggi dan Pekanbaru, Bung Karno mengadakan kunjungan ke Jambi. Kedatangan Presiden Soekarno (Bung Karno) ke Jambi merupakan kunjungannya yang pertama. Pada saat kunjungan tersebut diadakan defile show of force oleh angkatan bersenjata Republik Indonesia untuk menunjukkan kekuatan TNI Sub Territorium Jambi (STD) dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan persenjataan lengkap. Dalam parade ini Presiden Soekarno berdiri di atas mimbar kehormatan di muka rumah dinas residen didampingi Komandan Resimen Kolonel Abunjani, Residen Inu Kertapati, Kepala Polisi Daerah Jambi Komisaris Achmad Bastari, dan seluruh pejabat teras sipil dan militer.

Sebagai komandan upacara, Kapten TNI Jusuf A.B dengan pedang mengkilap melaporkan kegiatan parade ini kepada Panglima Tertinggi Presiden Soekarno selaku inspektur upacara. Satu persatu barisan melangkah tegap di hadapan podium kehormatan dengan komandan barisan masing-masing, yaitu barisan Polisi Tentara (CPM), barisan senapan, barisan bren, barisan sten gun, granat werpers, AAC atau meriam anti pesawat udara, mitraliur, disusul barisan PHB dengan perlengkapannya, palang merah dengan perlengkapan dan uniform khasnya, barisan pengangkutan dengan alat kendaraannya, dan satu barisan para Tentara Pelajar yang mengenakan seragam putih.




Warga masyarakat tumpah ruah menyaksikan parade TNI selengkap ini, baik persenjataan maupun peralatan lainnya. Kelengkapan persenjataan ini diperoleh atas usaha Kolonel Abunjani sebagai Wakil Ketua Dewan Pertahanan Daerah Jambi dan selaku Komandan Resimen 16 GAPU/Jambi. Kolonel Abunjani mengadakan komunikasi dengan orang-orang yang berani menyelundupkan senjata menembus blokade laut Belanda dan persenjataan diperoleh melalui barter kopra. Untuk menghindari blokade laut tersebut dilakukan dengan bergerilya dari pulau ke pulau menggunakan perahu lambok. Untuk melaksanakan tugas ini dibebankan kepada Sersan Rd. Amir Sudarsono.

Setelah defile show of force dilanjutkan rapat umum di halaman kediaman Residen Jambi. Dalam rapat umum yang dihadiri masyarakat dari dalam dan luar Kota Jambi, Presiden mengajak seluruh rakyat Jambi untuk terus berjuang sampai tercapainya cita-cita bersama, yaitu berdirinya Negara Indonesia yang berdaulat penuh dari Sabang sampai Merauke. Pada kesempatan tersebut rakyat Jambi menyerahkan dana yang dikumpulkan dari masyarakat untuk membeli pesawat. Presiden Soekarno menerima dan menyatakan sumbangan tersebut akan dibelikan pesawat Dakota dengan Registrasi RI 002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar